Hasil Praktikum Isolasi DNA
LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM
ISOLASI DNA PEPAYA
“Isolasi DNA”
Disusun
untuk memenuhi salah satu tugas mata pelajaran Biologi
Disusun
oleh:
ELVARETTA PUTRI NATHANIA
XII IPA 2
LEMBAGA PENDIDIKAN PONDOK
PESANTREN AR- RAHMAN
SMAS UNGGULAN AR- RAHMAN
SUKABUMI
2020
LEMBAR PENGESAHAN
Laporan Ilmiah sebagai Syarat untuk Mengikuti Ujian
Nasional
Menyetujui,
Kepala Sekolah
SMAS Unggulan Ar Rahman
Suwandi, S.E
Guru Mata Pelajaran Biologi
Desy Lestari, S.Si
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
LEMBAR PENGESAHAN
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
BAB I
1.1 Latar Belakang
1.2 Tujuan
1.3 Waktu dan Tempat
1.4 Alat dan Bahan
1.5 Cara Kerja
BAB II
2.1 Hasil Penelitian
2.2 Pembahasan
BAB III
3.1 Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
Puji syukur senantiasa saya panjatkan atas kehadirat Tuhan YME yang telah memberikan karunia berupa kesempatan kami untuk belajar. Selesainya laporan penelitian ini bukan berarti berakhirnya tugas kami sebagai pembelajar. Justru laporan ini merupakan awal langkah untuk secara konsisten mempelajari apa yang telah kita kaji dan tulis di sini.
Tujuannya adalah untuk lebih memahami tentang Isolasi DNA pada Pepaya. Dalam menyelesaikan tugas ini tentunya penulis juga menemukan setiap hambatan dalam penyelesaiannya. Dengan keyakinan dan bantuan semua pihak akhirnya penulis dapat menyelesaikan makalah ini.
Sesungguhnya karya ini tidak akan selesai tanpa peran serta bebagai pihak yang terlibat secara langsung maupun tidak terhadap penelitian ini. Dengan demikian, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada:
1. Kepala sekolah, Ibu/Bapak Guru SMAS Unggulan Ar-Rahman
2. Ibu Guru pembimbing
Laporan penelitian ini senantiasa memerlukan kearifan berupa saran, teguran, dan kritik yang membangun agar dapat lebih optimal. Akhirnya, sekecil apapun sumbangan yang dapat diberikan dari penelitian ini semoga bermanfaat.
Bogor, 8 februari 2021
Penulis
BAB I
1.1 Latar Belakang
DNA merupakan suatu materi genetik yang terbentuk
dari dua kelompok basa yang berbeda yang mengandung nitrogen, yaitu purin dan
pirimdin. Dua purin yang paling banyak terdapat dalam DNA adalah adenin dan
guanin, dan pirimidin yang umum adalah sitosin dan timin. Purin dan pirimidin
berisi beberapa ikatan ganda yang berhubungan. Molekul molekul yang berisi
ikatan demikian itu mempunyai potensi untuk hadir dalam sejumlah struktur kimia
yang berbeda, karena atom hidrogennya mempunyai kebebasan tertentu. Misalnya
saja satu atom hidrogen dapat berpindah dari suatu gugusan asam amino ( -NH2
), dengan meninggalkan gugusan asam amino ( -NH ) dan muatan negatif netto yang
diserap oleh sistem cincin molekul yang
berkonjugasi. Fluktuasi kimia semacam itu disebut pergeseran tautomer, dan
struktur struktur molekul berbeda yang dihasilkannya disebut tautomer (
Goodenough 1988 ).
DNA
adala polimer bukleotida biasa : bila dua nukleotida digabungkan, molekul
resultannya disebut dinukleotida ; bila tiga menjadi trinukleotida ; bila
beberapa membentuk polinukleotida. Hanya satu gugusan fosfat dari setiap
trifosfat pelopor termasuk dalam polimer. Gugusan fosfat ini, yang terikat pada
5’- karbon gula pentosa pada satu nukleotida, juga terikata secara
kimiawi pada 3’- karbon gula nukleotida kedua, sehingga suatu deret
5’-3’ pautan fosfat mengikat nukleotida nukleotida itu menjadi satu
sejauh panjangnya polimer. Ikatan ikatan fosfat itu sangat kuat dan dikenal
sebagai ikatan ikatan ester kovalen, atau ikatan fosfodiester.
Residu fosfat ( PO4-
) sepanjang rantai ini bersifat asam, sehingga diberi nama asam nukleat (
Goodenough 1988 ).
1.2 Tujuan
·
Untuk
melihat DNA yang terdapat pada buah pisang
· Untuk
mengetahui cara/metode yang benar, mudah dan sederhana untuk memisahkan
(mengisolasi) DNA
· Mengetahui pengaruh kandungan air yang terdapat pada suatu buah terhadap hasil isolasi DNA
1.3 Waktu dan Tempat
Percobaan ini dilaksanakan pada hari minggu, 7 feburuari 2021, pada pukul 17.00-17.30 WIB. bertempat di rumah pribadi, Bogor.
1.4 Alat dan Bahan
Alat
·
Saringan
·
Plastik
·
Wadah
·
Gelas ukur
·
Sendok
Bahan
·
Pepaya
·
Sabun pembersih
·
Garam
·
Air
· Alkohol
1.6 Cara Kerja
·
Siapkan alat
dan bahan
·
Tuangkan 1
sdm garam dengan 2sdm sabun pembersih kedalam 100 ml air
·
Aduk hingga
homogen
· Masukan 20 gr
buah pepaya kedalam plastik, kemudian lumatkan dengan menggunakan tangan
· Campurkan larutan
garam & sabun dengan pepaya yang telah dihaluskan
· Saringlah larutan
untuk memisahkan buah pepaya yang masih besar
· Tuangkan 1
sdm larutan kedalam wadah
· Campurkan larutan
dengan 10 ml alkohol 70%
· Kemudian tunggu beberapa saat
BAB II
2.1 Metode Penelitian
Pada praktikum kali ini,
kita mempelajari cara yang tepat untuk melihat DNA suatu organisme dengan
mengisolasinya dari lokasi awalnya, yaitu di dalam nukleus. Dalam proses
isolasi DNA, umumnya terdapat tiga tahapan yang harus dilakukan oleh seorang
peneliti, yaitu :
1. Melisis/menghancurkan sel dengan cara
mekanik maupun kimiawi, karena untuk mengekstraksi DNA, dinding sel(jika ada),
membran sel, dan membran nukleus(pada eukariot) harus dihancurkan terlebih
dahulu sehingga DNA dapat keluar dan terlihat massanya.
2. Purifikasi(pemurnian larutan). Ketika sel
telah lisis, seluruh komponen sel akan bercampur satu sama lain. Sebagian besar
proses manipulasi DNA mengharuskan agar DNA terpisah dan bebas dari protein dan
RNA. Di laboratorium, peneliti juga akan memperhatikan untuk menginaktivasi
enzim internal sel yang dapat mendegradasi/ menghancurkan DNA. Mereka
kemungkinan menggunakan enzim pencerna protein, pemanasan, penambahan bahan
kimia tertentu atau larutan organik seperti fenol untuk menonaktifkan enzim dan
menghilangkan protein dari nukleus. Namun, kita tidak melakukannya pada
percobaan ini, karena kita tidak akan menggunakan DNA yang diperoleh untuk
tujuan eksperimen khusus.
3. Presipitasi, yaitu pemisahan DNA dari
larutan, dengan cara mencampurkannya dengan suatu bahan tidak dapat
melarutkannya(DNA) sehingga ia dapat memisah/terpresipitasi.( Anonim A, 2005)
Sekarang mari kita
analisis satu-persatu tahapan percobaan yang telah kita lakukan untuk
mengetahui tujuan sebenarnya pelaksanaan seluruh tahapan dalam proses isolasi
DNA ini.
3.1 Kesimpulan
Untuk mengisolasi DNA
pada buah, diperlukan langkah-langkah sistematis, yaitu menghancurkan dinding
sel dengan penggerusan bahan, melisiskan membran sel dan membran nukleus dengan
pencampuran detergen, serta presipitasi DNA dengan penambahan ethanol absolut
dingin dan bantuan ion Na+ dari NaCl (Kristal garam). DNA akan
terlihat sebagai massa benang-benang putih yang perlahan naik ke permukaan
tabung. Kadar air pada buah mempengaruhi waktu dan banyaknya DNA yang
terpresipitasi. Semakin banyak kadar air maka semakin lama waktu yang
dibutuhkan, dan jumlah DNA yang terpresipitasi semakin sedikit.
GLOSARIUM
·
DNA : materi genetik yang membawa informasi biologis
dari setiap makhluk hidup dan beberapa virus
·
Larutan : campuran homogen yang terdiri dari dua atau
lebih zat
· Isolasi : proses pengembilan atau pemisahan senyawa bahan alam dengan menggunakan pelarut yang sesuai
DAFTAR PUSTAKA
https://id.wikipedia.org/wiki/Larutan
https://saintif.com/materi-genetik-dna-dan-rna/
http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/177/1/ISOLASI%20DNA.doc
https://www.slideshare.net/mobile/Rahmatamauryou/presentation-isolasi-dna


Komentar
Posting Komentar