HATI HATI! INI AKAN BERAKIBAT FATAL PADA PENDENGERAN
Sebuah Review untuk Memenuhi Penugasan Mata Pelajaran Bioligi pada Semester Genap
Name :Elvaretta Putri Nathania
Class :XI IPA 2
Teacher :Desy Lestari, S. Si
(http://desylestarialamku.blogspot.com/2017/04/blog-post.html?m=1 )
School :SMAS unggulan Ar-Rahman
( http://sma.ar-rahman.sch.id/ )
Class :XI IPA 2
Teacher :Desy Lestari, S. Si
(http://desylestarialamku.blogspot.com/2017/04/blog-post.html?m=1 )
School :SMAS unggulan Ar-Rahman
( http://sma.ar-rahman.sch.id/ )
Assalamualaikum Wr. Wb
Halo guys
Kembali lagi diblog saya. Kali ini saya mendapatkan tantangan baru lagi dan lebih berat dari pada sebelumnya, karena saya disini akan membahas salah satu panca indera
Panca indera merupakan instrumen penting bagi manusia dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Namun antara satu indera dengan indera yang lainnya terdapat perbedaan, ditinjau dari sisi mana yang terpenting bagi manusia dalam interaksinya. Ketika salah satu alat indera hilang, maka terdapat dua kemungkinan.
Pertama, pengaruhnya selain terkait dengan fungsi indera yang hilang tersebut, juga mempunyai pengaruh terhadap fungsi indera yang lainnya. Yang kedua, pengaruhnya hanya terkait dengan fungsi indera yang hilang tersebut dan tidak berpengaruh terhadap fungsi indera yang lainnya.
Panca indera manusia, sebagaimana yang kita ketahui meliputi lima indera, yaitu, penglihatan, pendengaran, penciuaman, peraba dan perasa. Untuk masing-masing indera terdapat sel-sel indera khusus yang bertanggungjawab untuk mengantarkan pengaruh yang datang dari luar tubuh ke pusat syarat yang terdapat di otak—melalui sel-sel perantara—sehingga pengaruh yang datang itu bisa cepat direspon.
Kelima indera yang dimiliki manusia ini harus bekerja secara padu dalam menjalankan fungsinya masing-masing sehingga manfaat dari panca indera ini bisa dicapai secara sempurna. Dan jika salah satu dari kelima indera ini kehilangan fungsinya, maka kesempurnaan indera ini tidak dapat dicapai.
Ciri yang menandakan bahwa suatu alat indera tidak bisa berfungsi secara sempurna, dapat diketahui secara langsung dengan memerhatikan tingkat kecepatan respon yang diberikan otak atas pengaruh yang sampai kepadanya. Kelambatan respon ini, terkadang bisa membawa akibat yang bisa membahayakan manusia. Oleh karena itu saya akan membahas salah satu dari panca indera yaitu indera pendengaran atau telinga.
Dengan adanya telinga, kita bisa mendengarkan orang lain berbicara, musik, atau keadaan di sekitar. Namun jika telinga mengalami gangguan, maka efektivitas indera pendengaran akan berkurang. Bahkan dapat berakibat fatal apabila tidak ditangani dengan serius, disini saya akan membahas salah satu ganguan pada pendengaran agar lebih jelas simak terus hingga akhir yah.
Halo guys
Kembali lagi diblog saya. Kali ini saya mendapatkan tantangan baru lagi dan lebih berat dari pada sebelumnya, karena saya disini akan membahas salah satu panca indera
Panca indera merupakan instrumen penting bagi manusia dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Namun antara satu indera dengan indera yang lainnya terdapat perbedaan, ditinjau dari sisi mana yang terpenting bagi manusia dalam interaksinya. Ketika salah satu alat indera hilang, maka terdapat dua kemungkinan.
Pertama, pengaruhnya selain terkait dengan fungsi indera yang hilang tersebut, juga mempunyai pengaruh terhadap fungsi indera yang lainnya. Yang kedua, pengaruhnya hanya terkait dengan fungsi indera yang hilang tersebut dan tidak berpengaruh terhadap fungsi indera yang lainnya.
Panca indera manusia, sebagaimana yang kita ketahui meliputi lima indera, yaitu, penglihatan, pendengaran, penciuaman, peraba dan perasa. Untuk masing-masing indera terdapat sel-sel indera khusus yang bertanggungjawab untuk mengantarkan pengaruh yang datang dari luar tubuh ke pusat syarat yang terdapat di otak—melalui sel-sel perantara—sehingga pengaruh yang datang itu bisa cepat direspon.
Kelima indera yang dimiliki manusia ini harus bekerja secara padu dalam menjalankan fungsinya masing-masing sehingga manfaat dari panca indera ini bisa dicapai secara sempurna. Dan jika salah satu dari kelima indera ini kehilangan fungsinya, maka kesempurnaan indera ini tidak dapat dicapai.
Ciri yang menandakan bahwa suatu alat indera tidak bisa berfungsi secara sempurna, dapat diketahui secara langsung dengan memerhatikan tingkat kecepatan respon yang diberikan otak atas pengaruh yang sampai kepadanya. Kelambatan respon ini, terkadang bisa membawa akibat yang bisa membahayakan manusia. Oleh karena itu saya akan membahas salah satu dari panca indera yaitu indera pendengaran atau telinga.
Dengan adanya telinga, kita bisa mendengarkan orang lain berbicara, musik, atau keadaan di sekitar. Namun jika telinga mengalami gangguan, maka efektivitas indera pendengaran akan berkurang. Bahkan dapat berakibat fatal apabila tidak ditangani dengan serius, disini saya akan membahas salah satu ganguan pada pendengaran agar lebih jelas simak terus hingga akhir yah.
Tuli
Definisi
Apa itu tuli?
Kehilangan pendengaran, atau yang juga dikenal dengan istilah tuli adalah gangguan di mana seseorang tidak dapat mendengar suara secara sebagian atau keseluruhan pada salah satu atau kedua telinga. Dan terjadi ketidakmampuan otak untuk memaknai rangsangan yang diterima dari pendengaran
Tuli atau kondisi kehilangan pendengaran dapat dibagi menjadi beberapa jenis. Apabila diklasifikasikan berdasarkan bagian telinga mana yang terdampak, berikut penjelasannya:
Apa itu tuli?
Kehilangan pendengaran, atau yang juga dikenal dengan istilah tuli adalah gangguan di mana seseorang tidak dapat mendengar suara secara sebagian atau keseluruhan pada salah satu atau kedua telinga. Dan terjadi ketidakmampuan otak untuk memaknai rangsangan yang diterima dari pendengaran
Tuli atau kondisi kehilangan pendengaran dapat dibagi menjadi beberapa jenis. Apabila diklasifikasikan berdasarkan bagian telinga mana yang terdampak, berikut penjelasannya:
- Gangguan Dengar Konduktif adalah gangguan dengar yang disebabkan kelainan di telinga bagian luar dan/atau telingabagian tengah, sedangkan saraf pendengarannya masih baik, dapat terjadi pada orang dengan infeksi telinga tengah, infeksi telinga luar atau adanya serumen di liang telinga.
- Gangguan Dengar Saraf atau Sensorineural yaitu gangguan dengar akibat kerusakan sarafpendengaran, meskipun tidak ada gangguan di telinga bagian luar atau tengah.
- Gangguan Dengar Campuran yaitu gangguan yang merupakan campuran kedua jenis gangguan dengar di atas, selain mengalami kelainan di telinga bagian luar dan tengah juga mengalami gangguan pada saraf pendengaran.
- Untuk menentukan jenis dan derajat ketulian dapat diperiksa dengan audiometri
Penyebab
Kehilangan pendengaran bisa terjadi kapan saja, baik bawaan dari lahir, akibat sakit atau cidera. Beberapa faktor dapat menyebabkan munculnya masalah pendengaran ini, terutama faktor dengan usia 40-50 tahun. Selain itu, terdapat beberapa penyebab lainnya yang dapat menyebabkan timbulnya gangguan ini yaitu:
Kehilangan pendengaran bisa terjadi kapan saja, baik bawaan dari lahir, akibat sakit atau cidera. Beberapa faktor dapat menyebabkan munculnya masalah pendengaran ini, terutama faktor dengan usia 40-50 tahun. Selain itu, terdapat beberapa penyebab lainnya yang dapat menyebabkan timbulnya gangguan ini yaitu:
- Infeksi atau kotoran, sehingga menyebabkan rongga telinga kotor.
- Beberapa bahan yang terkandung dalam obat-obatan tertentu dapat membuat seseorang mengalami gangguan pendengaran.
- Trauma yang dapat menyebabkan retaknya tulang telinga atau pecahnya gendang telinga.
- Penyakit tertentu seperti jantung, hipertensi, dan diabetes dapat mengganggu suplai darah ke telinga sehingga memicu gangguan pendengaran.
- Infeksi dan radang, cedera kepala, melemahnya kekebalan tubuh, masalah sirkulasi darah dan saraf dikaitkan dengan keadaan tuli mendadak.
- Paparan terhadap suara bising dalam jangka waktu panjang adalah faktor-faktor yang berperan besar dalam kondisi ini.
Gejala
Gangguan pendengaran dapat terjadi tiba-tiba, tetapi seringkali terjadi bertahap dan tidak disadari pada awalnya. Beberapa tanda dan gejala awal gangguan pendengaran adalah:
Gangguan pendengaran dapat terjadi tiba-tiba, tetapi seringkali terjadi bertahap dan tidak disadari pada awalnya. Beberapa tanda dan gejala awal gangguan pendengaran adalah:
- Meminta orang lain untuk mengulang perkataannya.
- Selalu kelelahan atau stres karena harus berkonsentrasi saat mendengarkan.
- Menarik diri dari pembicaraan.
- Kesulitan mendengar dering telepon atau bel pintu.
- Menghindari beberapa situasi sosial.
- Kesulitan mendengarkan perkataan orang lain secara jelas, khususnya ketika berdiskusi dengan banyak orang atau dalam keramaian.
- Kesulitan mendengarkan huruf-huruf konsonan, misalnya “S”, “F”, dan “T”.
- Mendengarkan musik atau menonton televisi dengan volume suara lebih keras dari orang lain.
- Kesulitan menentukan arah sumber suara.
Gejala-gejala gangguan pendengaran pada bayi dan anak-anak sedikit berbeda dengan orang dewasa. Beberapa gejala gangguan pendengaran pada bayi dan anak-anak adalah:
- Tidak kaget saat mendengar suara nyaring.
- Untuk bayi di bawah 4 bulan, tidak menoleh ke arah sumber suara.
- Tidak bisa menyebutkan satu kata pun saat berusia satu tahun.
- Menyadari kehadiran seseorang ketika penderita melihatnya, namun acuh saat penderita dipanggil namanya.
- Lambat saat belajar bicara atau tidak jelas ketika berbicara.
- Menjawab tidak sesuai dengan pertanyaannya.
- Sering berbicara dengan lantang atau menyetel volume TV keras-keras.
- Memerhatikan orang lain untuk meniru sesuatu yang diperintahkan, karena ia tidak mendengar sesuatu yang diinstruksikan.
Penyembuhan
Penanganan tuli tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan yang Anda derita. Berikut adalah pilihan penanganan medis yang direkomendasikan oleh dokter:
Penanganan tuli tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan yang Anda derita. Berikut adalah pilihan penanganan medis yang direkomendasikan oleh dokter:
- Membersihkan kotoran telinga pada kebanyakan kasus, gangguan pendengaran ringan dapat diatasi dengan cara membuang penumpukan kotoran pada saluran telinga. Dokter akan menggunakan alat kecil yang dapat mengisap dan membersihkan kotoran secara tuntas.
- Prosedur operasi beberapa kasus kehilangan pendengaran harus diatasi dengan operasi. Prosedur ini umumnya dilakukan untuk menangani kasus tuli akibat kelainan struktur tulang telinga.
- Pemasangan alat bantu dengar apabila kehilangan pendengaran yang Anda alami disebabkan oleh kerusakan telinga bagian dalam, dokter akan menyarankan Anda memasang alat bantu dengar.
- Implan koklea jika gangguan pendengaran yang Anda alami lebih serius dan alat bantu dengar tidak banyak membantu telinga dalam Anda yang mengalami kerusakan parah, seperti saraf pendengaran.
Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi tuli?
Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi atau mencegah gangguan pendengaran:
Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi atau mencegah gangguan pendengaran:
- Melindungi telinga anda Sebisa mungkin, usahakan untuk menghindari telinga Anda dari paparan suara yang terlalu berisik dan lama. Jika Anda bekerja di lingkungan yang berisik, seperti pabrik, Anda dapat menggunakan earplug atau penutup telinga.
- Membersihkan telinga dengan hati-hati Saat membersihkan telinga, Anda dapat menggunakan pelunak kotoran telinga seperti Cerumenex. Gunakan cotton bud dan air hangat, lalu bersihkan telinga secara perlahan untuk menghindari kerusakan gendang telinga.
Mencegah
- Tidak mendengarkan televisi, radio, atau musik dengan volume yang terlalu keras.*Menggunakan pelindung telinga seperti headphone, ear muffs, atau ear plug untuk memblokir suara yang terlalu keras ketika bekerja atau saat berada di tempat yang bising.
- Tidak memasukkan jari atau benda-benda seperti cotton buds, kapas, kain, dan tisu ke dalam telinga.
- Lakukan pemeriksaan pendengaran rutin setidaknya satu atau dua tahun sekali, terutama jika Anda seorang musisi atau bekerja di lingkungan yang bising.
Daftar Pusaka
https://hellosehat.com/kesehatan/penyakit/tuli/ Pada 14 April 2020
https://www.alodokter.com/gangguan-pendengaran Pada 14 April 2020
https://www.usd.ac.id/pusat/psibk/2018/04/20/tunarungu/ Pada 14 April 2020
https://tirto.id/bagaimana-mendeteksi-dan-mencegah-gangguan-pendengaran-difi Pada 14 April 2020
https://www.alodokter.com/penyebab-tuli-konduktif-dan-cara-mengatasinya Pada 14 April 2020
https://www.sehatq.com/penyakit/tuli-konduktif Pada 14 April 2020
https://beritagar.id/artikel/gaya-hidup/penyebab-tuli-mendadak-dan-pencegahannya Pada 14 April 2020
https://hellosehat.com/kesehatan/penyakit/tuli/ Pada 14 April 2020
https://www.alodokter.com/gangguan-pendengaran Pada 14 April 2020
https://www.usd.ac.id/pusat/psibk/2018/04/20/tunarungu/ Pada 14 April 2020
https://tirto.id/bagaimana-mendeteksi-dan-mencegah-gangguan-pendengaran-difi Pada 14 April 2020
https://www.alodokter.com/penyebab-tuli-konduktif-dan-cara-mengatasinya Pada 14 April 2020
https://www.sehatq.com/penyakit/tuli-konduktif Pada 14 April 2020
https://beritagar.id/artikel/gaya-hidup/penyebab-tuli-mendadak-dan-pencegahannya Pada 14 April 2020






Sangat mengedukasi
BalasHapususefull,insyaallah.thanks ukhtii
BalasHapusAlhamdulillah bermanfaat 😍
BalasHapusMantav ughtea
BalasHapusmasyaa Allah elvaa
BalasHapusAlhamdulillaah mission accomplished
BalasHapus